Wisata Pantai di Dubai Penuh dengan Perbuatan Tidak Senonoh

Label:
Kawasan pantai Dubai

Aparat Kepolisian di Dubai, Uni Emirat Arab, punya kesibukan baru. Mereka mengawasi para wisatawan yang menikmati keindahan pantai Dubai.

Wisatawan yang berbuat tidak sopan langsung diciduk. Dua pekan terakhir, sedikitnya 79 wisatawan telah mereka tangkap.

''Mereka ditangkap karena perilaku mereka mengganggu keluarga-keluarga yang menikmati liburan di pantai," kata Zuhair Haroun, juru bicara Bagian Penyelidikan Kriminal Dubai, Senin, 14/7-2008.

Haroun tidak menjelaskan lebih jauh tentang perbuatan yang dianggap mengganggu tersebut. Namun, aksi aparat kepolisian itu berawal beberapa hari setelah polisi menangkap pria dan wanita Inggris yang dituduh bercinta di pantai.

Bersamaan dengan patroli pantai oleh polisi - baik yang berseragam maupun tidak- tersebut, pemerintah Dubai juga menerbitkan serangkaian materi kampanye.

Intinya, mengingatkan wisatawan Barat dan penduduk asing bahwa mereka berada di negara dengan tradisi konservatif.

Dubai belakangan memang menjadi salah satu tempat mengadu peruntungan. Ribuan ekspatriat asal Eropa dan Asia tinggal di satu di antara tujuh negara bagian semiindependen di Uni Emirat Arab tersebut. Jumlah ekspatriat di wilayah itu jauh melebihi penduduk pribumi.

Apalagi, Dubai juga dikenal sebagai tempat tujuan wisata yang digemari wisatawan asing.

Kemarin, Pemerintah Kota Dubai menyatakan segera memasang tanda peringatan di semua pantai. Isinya, melarang pengunjung berjemur telanjang, berganti pakaian seenaknya, dan melakukan perbuatan tidak senonoh lainnya. Peringatan tersebut akan ditulis dalam bahasa Arab, Inggris, dan beberapa bahasa asing lain.

''Kami tidak ingin pengunjung pantai melakukan perbuatan tidak sopan," kata Kepala Polisi Dubai Mayor Jenderal Khamis Mattar al-Mazeina.

Menurut Asisten Direktur Jenderal Lingkungan Hidup dan Kesehatan Masyarakat, Abdullah Mohammed Rafia, peraturan baru itu bukan akal-akalan pemerintah.

''Pemerintah melakukan itu karena banyak keluhan yang masuk dari para pengunjung pantai. Menjatuhkan denda dan hukuman adalah wewenang polisi. Tugas kami memperingatkan pengunjung pantai. Bila tidak mengindahkan teguran, baru mereka berhadapan dengan polisi,'' tutur Rafia.

Ditambahkan Rafia, komplain yang masuk umumnya mengeluhkan banyaknya pengunjung pantai yang telanjang.

Selama ini, tidak seperti negara lain di sekitar Teluk Persia, wisatawan Dubai bisa bebas mengenakan bikini di pantai dan jalan-jalan sekitarnya. Bahkan, alkohol pun dijual bebas di bar dan restoran Dubai.

Karena terkesan membiarkan hal itu terjadi, banyak warga setempat dan warga negara-negara Arab lain menuding ambisi pemerintah Dubai untuk berkembang menjadi kosmopolitan telah membutakan pemerintah.

''Saya bisa mengerti bila saya harus menghargai peraturan di negara ini. Tapi, saya tidak yakin bisa mencium pacar saya di tempat umum atau tidak. Saya tidak mau liburan saya berakhir di penjara,'' kata John MacLean, turis asal Inggris yang mengaku berlibur di Dubai bersama kekasihnya. (ap/ly) rileks
Tiru Adegan TV, Bocah Tewas Tergantung

Liputan6.com, Pontianak: Seorang anak berusia sembilan tahun tewas mengenaskan akibat gantung diri di rumhanya, Pontianak, Kalimantan Barat, belum lama ini. Korban Agung Mulyono yang duduk di kelas tiga sekolah dasar ini mencoba untuk meniru adegan gantung diri di televisi. Polisi menemukan tali ayunan bayi yang digunakan korban untuk bergantungan.

Saat kejadian, korban bermain dengan kedua adiknya di lantai dua. Saat sang ibunya pergi ke lantai satu, Agung mengajak adiknya main "mati-matian" dengan cara menggantung diri sebagaimana yang sering dilihat di TV. Korban terlambat ditolong karena ibunya mengira sang anak yang sedang bermain mati-matian ini bergurau.(JUM/Amien Alkadrie dan Agus Gunawan)


0 komentar:

Posting Komentar

Followers